Monday, March 30, 2015

Always be with You [Part 4]



Ha Na mengantarkan Seung Ho pulang ke dormnya, tanpa banyak berkata Seung Ho pun menerima tawaran Ha Na tersebut. Mereka berdua berjalan beriringan menuju basement tempat mobil Ha Na diparkirkan. Belum sampai ke mobilnya, Ha Na menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, Seung Ho yang heran dengan sikap Ha Na segera bertanya, “Ada apa ? Apa ada sesuatu yang tertinggal ?”
                “Eeh, tidak..tidak ada. Hanya saja,…”, Ha Na menggantung ucapannya, Seung Ho menunggu kelanjutannya. “Aah, sebaiknya lupakan saja”, Ha Na melanjutkan langkah kakinya. Seung Ho yang merasa aneh dengan sikap Ha Na memandang sekelilingnya, mungkin ada sesuatu yang mencurigakan, tetapi dia tidak menemukan apa pun. Akhirnya dia pun menyusul Ha Na.
                Tanpa mereka  sadari, sejak tadi sudah ada seseorang yang mengamati segala gerak gerik mereka. Setelah mobil Ha Na meninggalkan basement, orang ini pun masuk ke dalam lift dan menekan angka ke lantai yang dituju, sebuah senyum menyeringai menghiasi wajahnya.
1 bulan menjelang MBLAQ comeback
                “Yeoboseyo…”, dengan malas Ha Na menjawab teleponnya. Siapa yang menganggu pagi pagi begini ? Ha Na menyipitkan matanya, rasa kantuk masih menyerangnya. Ini hari libur dan dia ingin memanfaatkan untuk tidur sepuasanya karena akhir akhir ini dia sangat kurang tidur.
                Terdengar suara yang sangat ceria di seberang telepon. “Ha Na ssi, ini aku Bang Cheol Yong !!! suaranya sempurna memekakan telinga Ha Na, kalau saja dia bukan kliennya, Ha Na pasti sudah berteriak menyuruhnya diam dan jangan menelpon lagi.
                “Ooh, Cheol Yong ssi, ada apa ?” suara Ha Na terdengar sangat mengantuk. Cheol Yong pun menceritakan kalau MBLAQ akan segera comeback dan akan mengadakan fan signing dalam waktu dekat. Dia menanyakan apa Ha Na bisa datang atau tidak. Tidak mendapat tanggapan dari lawan bicaranya, Cheol Yong pun menghentikan ceritanya, “Ha Na ssi, kau masih di situ kan ?” Pada saat bersamaan terdengar suara bel. Ha Na langsung tersentak dari rasa kantuknya.
                “Jakkamanyo, Cheol Yong ssi, sepertinya ada yang datang”. Ha Na menuju pintu, melihat melalui intercom siapa yang menekan bel, tapi dia tidak melihat siapa pun. Ketika Ha Na membuka pintu, dia menemukan sebuah surat. Dia melihat sekelilingnya dan tidak ada satu pun orang di sana.
                Ha Na meminta maaf kepada Cheol Yong dan berjanji akan menelponnya kalau urusannya sudah selesai. Ha Na duduk di sofanya, membuka surat yang baru saja dia terima. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, ketika  membuka surat itu, sempurna membuat tangan dan tubuh Ha Na bergetar. Ha Na menjatuhkan surat yang ternyata ditulis dengan darah itu.
Sementara itu di J.Tune, ruang latihan…
                “Hyeong, aku sudah memberitahu Ha Na ssi kalau kita akan comeback dan fan signing, tapi dia tidak menanggapinya”, Cheol Yong mengungkapkan kekecewaannya kepada Byung Hee yang sedang latihan dance.
                “Mungkin dia sedang sibuk”, Byung Hee menjawab sekenanya tanpa mengalihkan pandangannya dari cermin yang memantulkan gerakan dancenya.
Setelah sesi konsultasi…
                “Ha Na ssi, apa kau bisa hadir di acara fan signing kami ?” Cheol Yong kembali menanyakan kesediaan Ha Na disertai dengan puppy eyesnya.
                Ha Na menarik nafas, sebenarnya dia sangat ingin mengatakan iya, tapi rasa khawatir selalu menyelimutinya. “Aku belum tahu Cheol Yong ssi, mianhaeyo.” Ha Na beranjak dari kursinya dan meninggalkan ruang konsultasi.
               “Hyeong, kurasa ada yang aneh dengan Ha Na ssi”, Cheol Yong berkata kepada Seung Ho yang duduk di sebelahnya.
                “Iya,  entah kenapa seperti ada yang dia sembunyikan”, kali ini Byung  Hee menambahi.
                Seung Ho yang sedang diajak bicara, tidak memberikan tanggapan, dia berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Akhirnya dia menemukan orang yang dicari, “Ha Na ssi jakkamanyo !” Seung Ho setengah berseru memanggil Ha Na. Ha Na menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Seung Ho.
                Mereka hanya saling berhadapan selama beberapa detik tanpa saling bicara. “Soal permintaan Cheol Yong…aku…selaku leader MBLAQ meminta maaf. Aku tahu permintaannya untuk kau datang ke fan signing kami itu sedikit berlebihan.”
                Ha Na hanya diam mendengar perkataan Seung Ho, padahal dalam hatinya dia ingin sekali pergi ke fan signing itu untuk sekedar memberikan sedikit dukungan, tapi dia teringat lagi dengan isi surat berdarah yang membuatnya bergidik ngeri.
                “Kalau kau sudah selesai, aku permisi”, akhirnya kata-kata itulah yang keluar dari mulut Ha Na dan dia pun meninggalkan Seung Ho yang masih diam mematung.
                “Ha Na ssi ! Ada apa sebenarnya ? Kenapa seakan akan kau menghindari kami dan menyembunyikan sesuatu ?” suara Seung Ho yang setengah berteriak membuat orang yang kebetulan lewat di lorong tersebut sekilas memperhatikannya.
                Ha Na tidak menanggapi perkataan Seung   Ho,dia terus melajutkan langkahnya. Sementara itu Seung Ho sudah mengepalkan tangannya erat-erat menahan kekesalan dan keingintahuannya.
                “Mianhaeyo…”, Ha Na menggumamkannya dan menahan emosinya yang sedang tidak karuan. Tidak jauh dari tempat Seung Ho berdiri, seseorang yang mengenakan dress berwarna merah tersenyum senang sampai seorang perawat mengajaknya pergi.

No comments:

Post a Comment