Bandara Incheon, awal musim semi
Musim
semi sudah menghampiri, tetapi sisa musim dingin masih meninggalkan jejaknya.
Seorang gadis tengah asyik memainkan ponselnya sambil menunggu seseorang.
Tudung hodie yang dia gunakan dibiarkan menutupi kepala dan rambut ikalnya.
Tiba tiba ada seseorang yang tanpa sengaja menyenggolnya dan membuat dia
kehilangan keseimbangan dan ponsel yang dipegangnya pun berseluncur di atas
lantai bandara.
Untung
saja tangan orang yang menabraknya dengan sigap meraih tubuh si gadis sebelum
dia terjatuh ke lantai “Jwesongeyo..Gwaenchanayo ?”
Gadis
itu menatap beberapa detik wajah di hadapannya sebelum akhirnya mengangguk dan
menjawab, “Gwaenchanaseyo, ajeossi.”
Laki
laki yang menabrak tadi mengambil ponsel yang masih tergeletak di lantai “Ini
ponselmu”, dia mengulurkannya pada gadis di hadapannya yang masih terpaku.
Gadis ini merasa sangat familiar dengan wajah laki laki di hadapannya, tetapi
dia sama sekali tidak ingat siapa.
“O..gamsahamnida.”
“Jwesonghamnida,
Anda Park Kang Min ssi ?” Tanya gadis yang masih mengenakan tudung hodie di
kepalanya kepada seorang laki laki berusia akhir dua puluhan.
“Ne,
tetapi maaf Anda siapa ?” kini laki laki itu kembali bertanya.
Gadis
itu hanya menunjuk papan nama yang dipegang. Laki laki di hadapannya bingung,
akhirnya gadis itu berkata, “Saya Ayumi Aprilia, trainee yang mendapat tugas
dari perusahaan untuk memperdalam bahasa Korea.”
Kang
Min kaget melihat gadis yang dijemputnya, gadis yang sekarang berada di
hadapannya tidak terlihat seperti seseorang berusia dua puluhan tahun.
“Kang
Min ssi, sampai kapan kita akan berada di sini ? Saya masih belum terbiasa
dengan udara Korea.” Kang Min tersadar, musim semi memang sudah berlalu, tetapi
angin musim dingin masih bertiup lembut dan gadis di hadapannya sudah mulai
terlihat kedingingan.
“Aa..jwesongeyo
Ayumi ssi. Mari lewat sini.”
Ayumi
akan menghabiskan waktu selama 6 bulan di Korea Selatan untuk memperdalam
Bahasa Korea karena perusahaan tempat dia bekerja adalah perusahaan joint venture
antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang kosmetik. Selain memperdalam
bahasa korea, dia juga diminta untuk melakukan studi banding langsung di
perusahaan Korea tersebut.
2 bulan kemudian….
“Aa..aku
meninggalkan ponselku di ruangan tadi. Kau duluan saja, nanti aku akan
menyusul”, Ayumi berkata kepada Kang Min.
Ayumi
kembali masuk ke ruangan yang tadi digunakan untuk meeting, tapi sepertinya
ruangan ini akan kembali digunakan. Buru buru dia mencari ponselnya dan menuju
ke parkiran menemui Kang Min.
Di
perjalanan, ponselnya berdering, Ayumi mengerutkan dahi, nama dan nomor yang
tertera di layar ponselnya sama sekali tidak dia kenal. Kemudian dia
mengangkatnya dan tidak mengenali siapa yang menelepon.
“Kang
Min ssi, sepertinya ponselku tertukar”, dengan hati hati Ayumi berkata kepada
laki laki di sampingnya. Walaupun termasuk orang yang sabar menghadapi Ayumi,
Kang Min tipe orang yang tidak dapat menyembunyikan ekspresi wajahnya.
“Kalau
begitu, coba kau telepon ponselmu”, jawab Kang Min dengan nada datar.
Ayumi
mencoba menelepon ponselnya, dan cukup lama dia mendengar nada sambung, tetapi
belum ada yang mengangkatnya. “FNC Academy ? Ne, algesseumnida. Gamsahamnida.”
Di depan FNC Academy
“Kang
Min ssi, kau pergi saja tidak perlu menunggu. Nanti aku akan pulang naik
taksi.”
“Baiklah,
dan jangan sampai terlambat untuk datang di pertemuan nanti malam”, mobil pun
melaju meninggalkan Ayumi yang berdiri
menatap gedung FNC Academy.
Setelah
melalui pemeriksaan yang cukup ketat di pintu masuk, akhirnya Ayumi sampai di
lobi. Awalnya, dia disangka fans yang ingin bertemu dengan idolanya ketika dia
menyebutkan dengan siapa dia ingin bertemu. Di Korea hal yang sangat umum
seorang fans mengejar bahkan mengikuti ke manapun idolanya pergi.
Ayumi
kembali menelepon ponselnya dan memberitahukan kalau dia sudah di lobi,
ternyata si penerima telepon memintanya untuk datang ke ruang latihan. Perlahan
Ayumi membuka pintu ruang latihan, di situ dia melihat sekelompok laki laki
yang sedang berlatih memainkan sebuah lagu. Ayumi harus menunggu sekitar tiga
menit sampai mereka menyelesaikan lagunya.
“Ayumi
ssi..”, sapa sebuah suara membuat Ayumi refleks berdiri dan membungkukan badan.
“Jwesongeyo,
sebenarnya itu kesalahanku yang salah mengambil ponselmu”, kali ini suara yang
lain berkata.
“Oh..gwaenchanayo.
yeogi, ponselnya”, Ayumi menyerahkan ponsel yang sedari tadi berada di
tangannya.
“Rasanya
kita pernah bertemu,” orang yang pertama tadi kembali berkata dan menatap Ayumi
berusaha mengingat ingat. “Apa kau salah seorang fans kami atau pernah datang
ke konser kami?”
“Sorry
?” itu jawaban yang refleks keluar dari mulut Ayumi. Memang keempat laki laki
di hadapannya ini terkenal, tetapi bukan berarti dia pasti fans dari mereka kan
? ini insiden yang tidak sengaja, percaya diri sekali dia. Suasan menjadi agak
canggung sedikit.
“Ooh..Jwesongeyo,
ini ponselmu. Maafkan aku karena salah mengambil ponselmu”, orang yang kedua
kembali datang menghampiri sambil membawakan ponsel Ayumi. “Maaf sudah
membuatmu harus datang kemari. Oia, namamu Ayumi ?”
“Ne..Ayumi
imnida. Mannaseo bangapseumnida.”
“Walaupun
mungkin kau tahu siapa kami, tapi aku Jung Yong Hwa, ini Lee Jong Hyun, Kang
Min Hyuk dan Lee Jung Sin”, Yong Hwa mengulurkan tangannya kepada Ayumi.
Summer Holidays
Ayumi dan Kang Min diminta untuk
menemani ke rumah salah seorang kenalan atasannya di Busan. Setelah sekian lama
mengobrol, mereka berdua keluar izin untuk jalan jalan ke pantai. Ketika akan
keluar dari rumah tersebut. “Neo ! mwo haeyo ?” sebuah suara menghentikan langkah
kaki Ayumi. Selama beberapa detik keduanya saling berpandangan.
“Annyeonghaseyo
!” Kang Min yang menyadari kecanggungan ini langsung menyapa dan membungkukan
badan, kemudian menyenggol tubuh Ayumi dan membuat Ayumi mengeluarkan
sapaannya.
“Neo,
benar benar fansku ?” kali ini mata Jong Hyun menatap ke arah Ayumi.
Buru
buru Ayumi menjawab “Aaa..Aniyo..Choneun…” Ayumi tidak habis pikir kenapa dia
harus bertemu lagi dengan orang itu di sini. Jangan jangan ini rumahnya ?
“Kami
sedang mengunjungi kenalan atasan kami yang kebetulan pemilik rumah ini. Kau
tinggal di sini ?” Kang Mi menjawab tujuan mereka datang kemari.
“Ne
majayo. Oo..eodigayo ?”
“Kami
akan ke pantai”, jawab Ayumi singkat berharap laki laki di hadapannya ini
membiarkan begitu saja mereka pergi, tapi sepertinya harapan Ayumi tidak
terkabul.
“Jakkamanyo,
aku ikut dengan kalian.”
Di pantai..
Ayumi
merasa canggung berjalan diantara dua laki laki yang dia sama sekali belum
begitu mengenalnya. “Sepertinya kalian sudah saling mengenal ?” Kang Mi
bertanya memecah kesunyian diantara mereka.
“Aku
sudah tiga kali ini bertemu dengannya, jadi aku menyangka dia benar benar
fansku”, jawab Jong Hyun.
“Tiga
kali ?” Ayumi bertanya dan mengerutkan dahinya. “Aku rasa, ini yang kedua
kalinya aku bertemu denganmu Jong Hyun ssi.”
“Kau
tidak ingat saat pertama kali bertemu denganku ?” Jong Hyun bertanya dan
menatap Ayumi, yang ditatap hanya menggelengkan kepala. “Waktu di bandara. Apa
kau benar benar tidak mengingatnya ?”
Ayumi
diam, Nampak berusaha mengingat. Jong Hyun menjadi tidak sabar, “Aku orang yang
tidak sengaja menabrakmu dan kau panggil ajeossi. Masih tidak ingat ?”
“Aaaaa…,”
akhirnya Ayumi bisa mengingatnya. “Jadi, itu kau ?” Ayumi tampak tersenyum
menahan malu.
“Tapi,
kenapa kau memanggilnya ajeossi, Ayumi ssi ?” Kang Min bertanya.
“Waktu
itu mungkin Jong Hyun ssi lupa bercukur. Jadi, di mataku dia terlihat seperti
ajeossi”, Ayumi menjelaskan dengan malu malu.
“Dan,
aku terima saja dipanggil ajeossi karena kukira dia anak SMA”, Jong Hyun dan
Kang Min pun tertawa. “Ja, kalau begitu daripada kau memanggilku dengan sebutan
ajeossi, bagaimana kalau kau panggil aku oppa saja.”
“Kenapa
aku harus memanggilmu oppa ?” Ayumi balik bertanya dengan nada tidak menerima.
“Memangnya
kau kelahiran tahun berapa ?” Jong Hyun bertanya dengan nada ingin tahu.
“Aku
90-line yang artinya aku seumuran denganmu !” Ayumi berbicara dengan nada penuh
penekanan. Dia memang sering dikira lebih muda daripada usianya tetapi
terkadang hal itu bisa jadi sangat mengganggunya.
“Jeongmalyo
?”
“Pertama
kali bertemu dengannya pun, aku kira dia lebih muda lima tahun dari usianya.
Jadi, jangan tertipu dengan penampilannya, Jong Hyun ssi”, Kang Min berbicara
dan tersenyum ke arah Ayumi.
“Kau
lahir bulan apa ?” Jong Hyun tetap tidak mau kalah, berharap dirinya lahir
lebih dulu daripada Ayumi.
“Agustus.”
“Kalau
begitu, aku tidak salah memintamu memanggilku oppa, karena aku memang lebih tua
daripada dirimu”, Jong Hyun merasa memperoleh kemenangannya.
“Kalau
tidak salah, kau lahir bulan Mei kan ? Itu hanya berbeda 3 bulan !” Ayumi tetap
tidak terima.
“Sudahlah,
bagaimana kalau kalian menjadi chingu saja”, Kang Min berusaha menengahi.
“Baiklah..chingu
ya~”, Jong Hyun mengulurkan tangannya. “Dan jangan panggil aku ajeossi lagi !
Arasseoyo ?”
Ayumi
membalas uluran tangan Jong Hyun dan mengangguk. Langit pun semakin jingga dan
matahari perlahan seperti ditelan lautan.
No comments:
Post a Comment