Casts :
MBLAQ Member : Seungho, G.O, Mir
Ha Na
Note : terinspirasi dari drama Kill Me Heal
Me dan sedang sangat keracunan MBLAQ :p
Ha Na memarkir mobilnya tepat di depan sebuah minimarket, dia
melirik jam di pergelangan tangannya, pukul 22.30. Sudah cukup larut, tetapi
pemandangan kota Seoul seperti tidak pernah tertidur,walaupun ini musim dingin,
lampu lampu jalan dan toko masih banyak yang berkelip warna warni.
Sekarang Ha Na sudah mengantri
di kasir,keranjang belanjaanya dipenuhi dengan berbagai snack ringan dan
beberapa kaleng jus. Sementara itu, di depannya berdiri seorang pria yang
berpakaian serba hitam yang tampaknya sedang mencari sesuatu.
“Aaah…jangan jangan tertinggal
!” pria itu bergumam kesal. Sementara itu kasir kembali mngulangi jumlah harga
belanjaan yang harus dibayar.
“Jwesongeyo, berapa jumlahnya ?”
Ha Na sekarang sudah berdiri sejajar dengan pria berpakaian hitam itu. Kasir pun kembali menyebutkan harga yang
harus dibayar.
“Baiklah, tolong sekalian
dihitung dengan belanjaan ini ya”, Ha Na meletakkan barang belajaannya di meja
kasir.
Pria itu langsung mengarahkan
pandangannya kepada Ha Na, entah apa maksud pandangannya, Ha Na sedikit
menangkap ketidaksenangan di sana. Tetapi, sesaat kemudian, dia
berkata,”Gamsahamnida..jeongmal jwesongeyo karena sepertinya dompetku
tertinggal.”
“Aaa…aniyo, gwaenchanayo
ajeossi”, Ha Na tersenyum membalas ucapan terima kasih pria tersebut dan dia
langsung meninggalkan minimarket setelah sebelumnya bertukar anggukan kepala
dengan Ha Na.
Ketika keluar dari minimarket,
sebuah suara menghentikan kaki Ha Na, “Agassi..”
Hana menolehkan kepalanya,
ternyata pria berpakaian hitam tadi menunggunya, kemudian membuka masker yang
menutupi sebagian wajahnya.
Apa yang dia lakukan ? tanya Ha Na dalam hati. Pria itu berjalan
mendekati Ha Na, kini jarak mereka hanya satu lengan dan Ha Na dapat melihat
dengan jelas wajah pria itu.
“Ada apa ajeossi ?” Ha Na
akhirnya bertanya.
Pria itu tampak sedikit
kebingungan dengan pertanyaan Ha Na. “Aaa…saya hanya ingin mengucapkan terima
kasih sekali lagi untuk bantuan Anda.”
“Aaa…gwaenchanayo”, Ha Na
menjawabnya disertai dengan senyuman. “Maaf, saya pergi dulu”, Ha Na pamit dan
berjalan menuju mobilnya.
Pria itu memandang kepergian Ha
Na sekilas, kemudian berjalan berlawanan arah. Apa aku sudah tidak terkenal lagi ? Reaksinya biasa saja ketika
melihatku. Dan apa..dia memanggilku ajeossi ? Apa aku terlihat setua itu ? Hhhhh…dia
menghembuskan nafasnya dengan sedikit kesal.
No comments:
Post a Comment